Stories & Fictionpuisi
Kuasa yang Memilih Retak

Telapak tangan siapa
sanggup menahan aliran air
yang saling membentur, melemparkan
semua harapan yang terkandung?
Atau jejak kakinya
terukir di atas permukaan air
sebagai sebuah penuntun
bagi perahu murid-murid
yang hilang arah
dalam badai?
Atau satu tarikan nafasnya
menyembunyikan angin
yang menggulung ombak
tanpa lelah?
Atau lengannya terulur
seperti tali menarik iman
dari lubang kebimbangan?
Namun,
Hanya satu
isyarat tangan
dan derap tentara sorga yang hendak membelanya
redam
Kakinya menggambar
Langkah darah
sebuah jalan menuju kematian
demi pelunasan kesalahan
Tarikan nafasnya
meniupkan maaf
memadamkan hinaan
yang ingin merobeknya
Dan lengannya
terentang kaku
menunggu para penjahat
rindu dirangkul rujuk
Gambar milik pemiliknya
