Pesan Bagi Perawan/ Fiat

Di antara kepak sayap yang menghalau lapar,
atau di sela paruh mematuk letih,
seorang bersayap mendekat:
terang membuka ruang
bagi langkah selembut kolibri
yang, untuk pertama kali,
menjejak tanah,
membawa manis
yang belum pernah
dikenal lidah.
Ia datang membawa kabar:
seorang Raja akan lahir
dari rahim yang belum pernah dikunjungi panggilan bersalin;
seorang Raja akan datang
dari tubuh yang belum pernah telanjang di muka suami;
seorang Raja akan datang
tanpa linen ungu, tanpa rakyat yang menunggu.
Siapa yang dapat membayangkannya?
Hening menyingkir
meninggalkan seorang perawan;
dadanya dipenuhi sejuk
serupa gagasan tanpa padanan kata.
Seorang Raja akan bertahta
dalam lengannya yang menimang;
seorang Raja akan beristana
dalam rumahnya yang penuh serbuk kayu;
seorang Raja akan melawan tirani
dengan senjata yang belum dikenal dunia:
ketaatan.
Dan di tengah gentar malam itu,
bisik sang perawan menjadi doa pertama-Nya:
“Aku hamba, jadilah.”
Gambar dari: Unsplash.com
